Perjuangan Melawan Rasa Sakit Karena Covid

Perjuangan Melawan Rasa Sakit Karena Covid

Bukan sebuah kebanggaan menjadi penyitas wabah yang dari awal tahun 2020 ini muncul yang sampai saat ini di bulan Juli 2021 tetap ada dan menakuti sebagian besar masyarakat dunia. Akhir bulan Juni 2021 adalah momen dimana aku tertular virus ini. Entah ini varian Delta yang rumornya menyebar lebih cepat ataupun yang lainnya. Yang jelas buat aku dan suamiku setelah melakukan test antigen mandiri hasilnya positif. Untuk meyakinkan bahwa aku dan suami tidak salah, esok harinya kami ke rumah sakit dan melakukan test dengan dokter. Dan hasilnyapun tidak jauh beda.

 

Posisi aku dan suamiku memang sedang tidak siap menghadapi hal seperti ini. Kami tidak bangga sama sekali. Justru malu dan takut menghantui kami. Aku berfikir bagaimana ini, bagaimana tetanggaku nanti. Bagimana mereka akan berfikir tentang aku dan suami? Bagimana aku menjalani perawatanku? Dan pada akhirnya kami memutuskan untuk berdiam diri di rumah dengan pengetahuan seadanya kami yang memang tidak siap dan hanya tau sedikit, bahkan lebih sedikit dari ujung kuku.

 

Sakit yang dialami penyitas covid ini berbeda. Kamu mungkin merasa demam dengan badan pegal-pegal dan biasanya akan sembuh dalam waktu cukup cepat 1-2 hari saja demam parah. Tapi dengan covid, 3 hari tidak cukup bahkan kamu bisa merasakan demam ini selama 1 minggu. Tergantung daya tahan tubuhmu saat itu. Jika memiliki penyakit bawaan, tentu saja ini akan memperparah keadaanmu. Bukan maksud menakuti. Tapi kita memang tetap harus menjaga diri kita dari ganasnya virus ini jika sudah mengobrak-abrik benteng kesehatanmu.

 

Bukan berarti kita harus menyerah. Tapi percayalah kita pasti bisa melewati rasa sakit itu pada akhirnya.

 

Alhamdullillah akhirnya aku melewati masa sakit selama kurang lebih 8 hari. Dan di hari aku menulis ini adalah hari ke-10. Yang aku rasakan tidak lagi pegal. Hanya batuk kering terkadang tapi tidak lagi ada susah bernafas.

 

Aku memang memutuskan isolasi mandiri dengan berbagai pertimbangan. Tidak dibantu dengan pertolongan medis. Sebelumnya aku mengkonsumsi obat dari dokter untuk meredakan lambung. Tapi obat ini setelah lambungku tidak begitu sakit sudah tidak ku konsumsi. Dengan keadaan agak tersiksa karena harus mengkonsumsi makanan lembek dan juga dalam keadaan lidah sangat tidak enak untuk makan ini membuat agak dilema. berfikir apakah sakit ini akan bisa segera pergi atau tidak?

 

Disaat sangat terpukul, alhamdullillah dapat support dari keluarga, sahabat dan teman-teman. Terima kasih semua. Ini adalah yang paling penting dalam menguatkan kita untuk tetap bisa bertahan dan gak mau kalah dengan virus ini. Sekali lagi terima kasih semua doa dan support kalian adalah pertolongan dari Allah untuk ku.

 

Buat para pejuang negatif, kalian pasti bisa melewati semua ini. Jangan patah semangat. Pikirkan terus tentang bahagia, sembuhkan dulu diri sendiri ya! Kalian adalah orang – orang hebat yang diberi kesempatan dan di sayang Tuhan. Percayalah banyak yang mendukungmu selalu.